UJIAN TENGAH SEMESTER
FILSAFAT ADMINISTRASI
DOSEN: SUGENG RUSMIWARI
OLEH:
ALPIANUS MALO
ILMU ADMINISTRASI NEGARA
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU
POLITIK
UNIVERSITAS TRIBHUWANA TUNGGADEWI
MALANG
2014
Dalam
pandangan hakikat filsafat administrasi, eksistensi manusia dalam hidupnya
sangat ditentukan oleh adanya kualitas sikap mental dan revolusi perilaku inovasi
dalam dirinya. Aspek kehidupan sosial dalam artian hubungan filsafat
administrasi, terkait karakter individu dengan sesama adalah masalah urgensi, karena
kenyataannya aspek ini juga sangat penting sebagaimana yang terapkan pada
setiap fakultas, isme dan ideologi administrasi.
Setiap
teori hakikat filsafat administrasi
cenderung menyajikan suatu wawasan jelas mengenai bagian tertentu dari
kehidupan administrator. Sehingga ada kalanya suatu teori karakter manusia secara
komprehensif dan representatif dapat menjelaskan kenyataan empiris dari kegiatan
administrasi secara tepat menyeluruh, tetapi dilain tempat dan dilain saat
teori tersebut justru tidak dapat memberi penjelasan apa–apa dan tidak dapat
menemukan jalan keluar masalah yang timbul. Teori terkait peradaban manusia bukan
berarti sudah kadaluarsa, teori modern dan kontemporer adalah up to date. Untuk
ini perlu menginterpretasikan fakta sehingga relevan untuk menjelaskan suatu hakikat
filsafat administrasi.
Hakikat filsafat
administrasi medorong manusia berusaha untuk memilikinya melalui pembelajaran
guna dimanfaatkan dari berbagai aspek kehidupan. Filsafat administrasi adalah berpikir secara matang
dan mendalam terhadap segala sesuatu yang berkaitan dengan kepercayaan atau
objek tertentu sampai kepada inti persoalan sesungguhnya. Hakikat Filsafat
administrasi adalah berpikir secara metode, berstruktur dan mendalam terhadap
hakikat dan makna peradaban manusia.